Minggu, 11 Mei 2014

Penilaian kepribadian Muslim (ganteng-cantik-kaya, bukan ukuran kebaikan seseorang)



إِنَّ اللهَ لاَ يَنْظُرُ إِلَى صُوَرِكُمْ وَأَمْوَالِكُمْ, وَلَكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوْبِكُمْ وَأَعْمَالِكُمْ
(متفق عليه)
Dari Abu Hurairoh ra berkata, Rasululloh saw bersabda: “sesungguhnya Alloh tidak melihat kepada rupa-rupamu (ganteng-jelek) dan harta-hartamu (kaya-miskin), tetapi Alloh melihat kepada hatimu dan amal-amalmu” (HR. Muttafaq Alaihi dari Abu Hurairoh).
اِنَّ اللهَ لاَيَنْظُرُ اِلَى أَجْسَامِكُمْ وَلاَ اِلَى صُوَرِكُمْ
وَلَكِنْ يَنْظُرُ اِلَى قُلُوْبِكُمْ (وَأَعْمَالِكُمْ)  ( رواه مسلم)
Dari Abu Haurairoh ra berkata, Rasululloh saw bersabda: “sesungguhnya Alloh tidak melihat kepada badan-badanmu dan tidak juga kepada rupa-rupamu, tetapi Alloh melihat kepada hati-hatimu” (HR. Muslim dari Abu Hurairoh )
Nasehat yang dipetik:
1.       Alloh memberi modal utama manusia untuk hidup dan beribadah di dunia, yaitu: pendengaran, mata dan hati, bukan harta, rupa ataupun badan.(lihat QS. 16/An Nahl:78)
2.       Modal utama untuk kembali bertemu Alloh di akhirat adalah kebagusan hati dan amal, bukan kebagusan harta dan rupa.
3.       Mari mensyukuri dan memanfaatkan modal yang luar biasa itu untuk beribadah kepada Alloh;
Pendengaran (kuping): mendengarkan yang baik dan bermanfaat untuk kehidupan dunia akhirat; nasehat, suka ngaji, petunjuk, bacaan al qur’an dll
Penglihatan (mata): melihat kebesaran dan keagungan Alloh, berusaha sekuat tenaga tidak melihat kemaksiatan.
Hati (akal) : memikirkan keagungan Alloh, meikirkan kebenaran syari’at agama dan mengamalkannya, senantiasa berusaha mengingat Alloh dalam berbagai kondisi.
4.       Seorang muslim harus membuktikan syukur atas modal yang sudah dikaruniakan  dengan beramal yang nyata, yaitu amal sholih dan bukan hanya dengan pengakuan dan angan-angan saja.
5.       Jadi, yang kebetulan berharta banyak (kaya,tumpaan keren, Hp keren, rumah modis), berbadan kuat dan berwajah cakep/cantik, dan serba perfec (sempurna) di mata manusia, janganlah berbangga apalagi sombong, karena Alloh tidak akan menilai semua itu.
6.       Begitu juga yang kebetulan berharta sedikit (miskin, tumpa-an jadul, Hp lemot, omah lawas), berbadan krempeng (kurus dan ga’ mbodi) dan berwajah pas-pasan (di mata manusia), tidak perlu berkecil hati dan minder, karena Alloh juga tidak akan menilai semua itu.
7.       Mari mengisi hati dengan keimanan yang benar dan ikhlas serta mewujudkannya dengan amal sholih yang nyata, karena itu semua adalah modal yang akan dilihat oleh Alloh dan untuk kelangsungan hidup di dunia, lebih-lebih yang kekal di akhirat.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar